Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

[Xenophobia] Berteman Dengan Orang Gila


Kita pasti tidaklah asing lagi dengan yang namanya “Orang Gila”. Orang yang biasa di sebut sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa itu bisa di temui di mana-mana dan di berbagai tempat. Tidak percaya? Cobalah sesekali berjalan berkeliling di sekitar tempat tinggal Anda, sembari menikmati indahnya lingkungan sekitar anda. Jika anda tak kunjung menemukan orang yang anda cari, berarti anda harus melakukan beberapa hal, di antaranya : gunakan satu buah alas kaki saat jalan-jalan, bukan satu pasang tapi satu buah, pakai di kaki kiri, sedangkan yang kaki kanan pakaikan saja kaos kaki, mulai lah berjalan berkeliling sambil menari-nari menikmati indahnya sekitar, nah,  anda pasti sudah mendapatkan orang yang anda cari.  ( Intermezo nggak penting ).

Di kampung saya tercinta, ada satu warga yang di kenal oleh masyarakat di kampung saya sebagai orang yang mengalami gangguang jiwa alias Gila. Namanya Suyat, dahulu dia sempat membuat “geger” warga kampung akibat ulahnya dan gangguan kejiwaannya. 

Pintu rumah sudah di gembok, jendela-jendela di tutup, lampu-lampu di redupkan, begitulah kiranya yang dilakukan warga kampung saat kejadian itu terjadi. Jadi, Suyat yang di kenal gila karena mengalami gangguan jiwa itu setiap hari berkeliaran kesana kemari mengelilingi kampung. Tak hanya itu dia juga sering merusak dan melempari batu rumah-rumah warga, bahkan pernah melukai warga. Warga kampung tak tinggal diam, mereka berusaha untuk menghentikan ulah Suyat yang meresahkan warga itu. Akhirnya warga berhasil menangkap dan mengamankan Suyat. Suyat hanya diinterogasi oleh warga dan di perintahkan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Suyat masih diberi nafas untuk tinggal di kampung. Pak Lurah kemudian memberi solusi atas masalah ini, Suyat diberikan aktivitas agar ia terlihat sibuk dan gangguan jiwanya itu cepat hilang. Ia di beri satu binatang ternak agar ia memelihara dan memberi makanan pada ternak itu. Kini aktivitas sehari-hari Suyat adalah mencari pakan ternak berupa rumput.

Di kemudian hari, Suyat tak pernah lagi mengulangi perbuatan yang meresahkan warga itu, ia tetap bisa berkeliling di kampung. Tapi warga menilai Suyat tetaplah orang yang gangguan jiwa karena gayanya dan juga penampilannya yang memang dia tak pernah mandi. Setiap ada Suyat lewat, pastilah anak-anak kecil pada lari terbirit-birit menuju ke rumahnya, ada juga anak yang nangis tiada henti saking takutnya.

Saya sendiri yang saat itu masih SMA, ada perasaan takut juga ketika berjumpa dengan Suyat, mengingat ulahnya dulu yang meresahkan warga. Suatu saat, ketika pulang sekolah saya bertemu dengan Suyat di jalan, dia hendak pergi mencari rumput untuk ternaknya, dia membawa celurit yang tajam. Spontan saja saya berpikir yang tidak-tidak saat itu, mungkin saya juga agak sensitif dengan orang-orang yang membawa clurit atau benda tajam lainnya. “ Bagaimana kalau dia kumat gilanya?, bagaimana kalau clurit itu ditebaskan ke leher saya?, bagaimana kalau saya dimutilasi? “, pikir saya dalam hati yang mungkin terlihat konyol  . Dan, angan-angan  itu tentu saja tidak terjadi. Seperti biasa, saat kita berpapasan di jalan, dia senyam-senyum tidak jelas, dan saya juga senyum sejuta takut sambil mempercepat langkah kaki saya untuk “kabur” darinya. Dia ataupun saya tak saling menyapa.

Hanya orang yang gangguan jiwa saja sampai membuat takut sebegitunya?, entahlah. Tapi setidaknya saya harus mengambil pelajaran dari bocah kecil tetangga saya, “Iis” namanya. Iis bocah kecil berusia 4 tahun itu, selalu nangis kejang-kejang, jika melihat Suyat lewat di depan rumahnya, bocah itu mengetahui sosok seorang Suyat karena cerita-cerita dari orang tuanya tentunya. Suatu ketika, Iis bermain dengan temannya di rumah tetangganya yang memiliki seekor anjing. Anjing itu lepas dari rantainya yang serta merta kemudian menggonggong dan mengejar Iis, bocah-bocah itu lari menjerit-jerit, untunglah di saat bersamaan ada Suyat yang lewat, dan melempari anjing itu dengan batu, sehingga anjing itu menjauh. Suyat menghampiri bocah itu. Iis yang saat itu menangis tersedu-sedu karena takut dikejar anjing  tak sadar kalau dia sekarang bersama seorang yang sebelumnya sangat ia takutkan. 

Dan sejak saat itu, ia sudah tak lagi takut dengan Suyat, ia seakan mengetahui sosok Suyat yang sebenarnya. Selama ini ia hanya mengetahui tentang sosok Suyat yang gangguan jiwa itu dari orang tua dan orang-orang disekitarnya. Suyat kini menjadi pahlawan dalam benaknya, ketakutannya kepada Suyat sudah tiada, ia menganggap Suyat adalah orang baik yang telah menolongnya dari kejaran anjing tetangganya . Malah ia sering minta gendong dan bermain dengan Suyat yang tak pernah mandi itu.

Berkat Iis, saya jadi berpikir kalau sebenarnya Suyat juga warga biasa, tak pantas didiskriminasi karena gangguan kejiwaanya. Dia gila bukan karena keinginannya sendiri. Bahkan saya miris dengan kelakuan pemuda-pemuda di kampung saya yang dengan jailnya mengolok-olok dan mempermainkan Suyat begitu kejamnya karena gangguan jiwanya.

Saat itu, Suyat menjadi lebih dekat dengan warga, aktivitas memelihara binatang ternak setidaknya bisa sedikit mengobati gangguan kejiwaannya, juga tak luput dari Iis yang kini menganggap Suyat adalah teman bermainnya.

Saat suatu ketika saya berpapasan lagi dengan Suyat, saya hendak pergi ke masjid.  Saya tersenyum dulu kepadanya tanpa ada rasa takut lagi. “ Mau kemana mas?, tanya saya, “ gak kemana-mana”, jawabnya. “ Lha kamu mau kemana ?”, sambungnya. “ Mau kemasjid, mau ikut?”, tanya saya lagi. “ Tanpa menjawab, Suyat mengikuti saya menuju masjid. Di masjid ia mengikuti apa yang orang-orang kerjakan walaupun sama sekali tak tau tujuannya untuk apa. Dan mungkin saja sholatnya tidak di terima Allah, karena orang gila memang tidak di perbolehkan sholat, orang sholat harus sadar dan paham apa yang ia kerjakan, bukan.

Dan kini, setelah dulu sempat kambuh lagi gangguan jiwanya, dan setelah menjalani rehabilitasi, ia sudah sembuh dari gilanya. Kini ia begitu dengan mudahnya berinteraksi dengan warga-warga, dan kini amal dan dosanya sudah bisa dicatat.

Coba ikut-ikutan lomba tentang Xenophobia dari Mrs. Lessy, disini. ( kira-kira nyambung nggak ya   )

gambar dari sini

Rabu, 30 Mei 2012

[Mozaik Blog Competition] Buku dan Guru Terbaik-Ku


Aku punya “Buku”, Aku juga punya “Guru yang baik”, dan Buku adalah “Guru Terbaik-ku”. Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka gemar atau hobi membaca, tapi beberapa dari mereka tak menganggap bahwa Buku adalah “Guru Terbaik” bagi mereka.  Buku adalah Guru terbaik kita, karena ia memberi tanpa berharap kembali :D. Ia memberi sejuta ilmu dan wawasan bagi setiap orang yang membaca dan menikmatinya.

Kegemaran saya pada kegiatan membaca dan kecintaan pada Buku sebenarnya berawal dari sebuah paksaan. Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah saya memang tergolong anak  yang malas dan jarang belajar, prestasi pun jeblok, apalagi yang namanya membaca buku, tak pernah sekalipun ku lakukan. Semenjak Saya menginjak bangku sekolah menengah atas, kegemaran membaca dan kecintaanku pada Buku itu pun hadir pada diri saya. Kegiatan membaca buku pertama kali adalah ketika saya disodorkan dan diwajibkan oleh guru ngaji saya untuk membaca buku-buku majalah seperti “elfata” dan ‘tarbawi” misalnya. Tak hanya itu saya juga disodorkan buku-buku agama  yang lebih tebal dari sebuah majalah dan akhirnya saya berhasil menyelesaikannya. Sampai disitu, saya masih terkesan membaca buku karena sebuah perintah, bukan karena keingingan saya sendiri dan bukan karena kegemaran saya.

Baru ketika saya bertemu dengan guru terbaikku di Sekolah saya, dengan segala akhlak baik dan jurus-jurus jitu dalam memotivasi murid-muridnya, saya baru sadar pentingnya membaca dan betapa pentingnya sebuah buku. Tak jarang Guruku ini menawarkan buku-bukunya kepada saya ,agar saya membacanya. Bahkan hal yang paling berkesan dan tak bisa saya lupakan adalah ketika Beliau menghadiahiku Sebuah Buku baru. Hanya dengan Buku aku jadi jatuh cinta kepada Pak Guruku yang sangat baik itu. Hingga ketika saya telah berpisah dengan beliau, lulus sekolah, saya kemudian membalas kebaikan beliau yang sangat banyak itu dengan menghadiahi beliau buku yang lama ia inginkan, buku yang saya berikan itu tentang Ilmu Biologi karena beliau adalah Guru Biologi saya. Beliau senang karena ia merasa ada murid yang peduli pada beliau,beliaupun terharu. Satu pesan beliau yang masih saya ingat untuk menambah motivasi saya di setiap saat adalah ketika beliau berucap, Bila seorang penuntut ilmu telah kehilangan ruh prestasinya, maka jangan harap kemudahan dan indahnya juara serta kemenangan akan teraih. Itulah salah satu pesan beliau yang menjadikan saya selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, terutama semangat membaca buku, karena buku adalah jendela ilmu.

Bukannya saya orang yang “pelit” atau “ngirit” ( eh tapi mungkin ada benarnya sih :D ), tapi memang saya adalah orang yang jarang membeli buku. Biasanya buku-buku koleksi saya adalah hasil dari meminjam dan hadiah, bahkan ada buku saya yang hasil memphoto copy :D, karena sangat ingin membacanya. Sangat sedikit sekali buku-buku yang saya beli dengan uangku sendiri, karena belum mampu membelinya. Setiap kerumah teman atau ke rumah orang yang di kenal, sudah tentu aku menanyakan buku apa yang ia punya, dan tak jarang saya gondol dan saya bawa pulang buku-buku mereka untuk saya baca dan nikmati.

Sering ke toko buku, tapi seringnya hanya bisa melihat cover buku yang begitu menggoda untuk dibaca, atau sesekali memegang dan membaca buku yang terpajang di rak-rak ditoko tersebut dan kubaca sedikit atau sebagiannya, sampai suatu ketika penjaga toko buku tersebut baru sadar kalau saya sering datang ke tokonya dan ternyata hanya numpang baca, :D.  Kadang saya berpikir kalau saya diberi rezeki lebih dari Allah, mungkin saya akan membeli buku ini dan buku itu. Tapi semua pemberian dari Allah adalah nikmat yang harus disyukuri. Buku itu sangat penting sekali bagi saya, maka buat sahabat semuanya yang merasa ada sedikit rezeki yang berlebi, setelah sedekah, tak ada salahnya sedikit sisa rezeki itu kita belikan buku untuk menambah pengetahuan kita. Karena Buku adalah guru terbaik kita.

Membaca buku tentunya menjadikan saya juga ingin menjadi seorang penulis. Saya sangat ingin memiliki sebuah karya dalam bentuk buku hasil karya sendiri. Dan saya yakin pasti suatu saat bisa mewujudkannya, karena hidup dan perjalanan saya sampai akhir nanti pasti ada sejuta hikmah dan cerita yang bisa dibagikan kepada semua orang. Tak ada yang sia-sia dan selalu kita berharap, maka harapan itu pasti akan terwujud.


Aku cinta buku, karena ia “guru terbaikku. Ayo baca buku :).

Tulisan ini diikutsertakan di Lomba ini.

Kamis, 15 September 2011

[Lomba Me and My Idol] Guru Terbaik di Dunia


Idola berati sesuatu yang sangat dikagum-kagum, dicintai, dan disanjung-sanjung. Dan jika saya ditanya soal siapa Idola saya ( orang yang sangat menginspirasi dan sangat saya kagumi ) tentu saja ia adalah Guru Terbaik di Dunia . Ya, beliau Bapak Dwi Wahyono adalah satu-satu-nya guru yang menjadi Idolaku karena kebaikan dan akhlak yang sangat aduhai eloknya. Beliau adalah Guru saya waktu SMA, dan saya mengenalnya saat saya masih duduk di SMA kelas 2.

Berjuta kenangan selalu terngiang-ngiang dalam otak saya, sepanjang saya bersama beliau banyak sekali kisah-kisah suka yang kami alami. Dan sampai sekarang pun setiap moment saat saya bersama-nya masih saya ingat. Guru idola-ku ini benar-benar luar biasa dan aku sangat jatuh cinta padanya, tentu saja cinta karena-Nya.

Walaupun Sudah berpisah selama kurang lebih 2 tahun, karena saya sudah lulus SMA, ukhuwah atau hubungan antara saya dan beliau masih erat. Walaupun jarak memisahkan, namun silaturahim diantara kami masih terus berlanjut, kami masih berinteraksi via SMS, telepon, ataupun chatting.

Saya memang sangat mengidolakannya, beliau-lah Guru satu-satu-nya yang sangat perhatian pada murid-muridnya, mencintai murid-muridnya seperti anaknya sendiri, mengajar ilmu pengetahuan sekaligus ilmu agama, mendidik dengan penuh ikhlas dan tanggung jawab, murah senyum kepada semua, tidak pilih kasih, dan sebagainya. Akhlak baiknya benar-benar membuat saya terkagum-kagum padanya. Setiap saya bertemu beliau, berjabat tangan dengan beliau, aduhai sejuknya, dan melihat senyumnya sungguh membuat hati ini merasa teduh. Setiap kali bertemu dengan beliau rasa deg-degan juga selalu ada dibenakku, dan yang membuat saya tak habis pikir adalah ketika saya pergi kesuatu tempat dan saya berfirasat ditempat itu saya akan bertemu dengan seseorang, maka yang muncul adalah beliau, subhanallah, saya benar-benar bersyukur bisa mengenal guru yang begitu mulia ini.

Beliau benar-benar guru yang lain dari pada yang lain, saya tak pernah menemui guru yang mempunyai semua nomor hape murid-muridnya, sehingga ia bisa membangunkan murid-murid untuk shalat tahajud di sepertiga malam terakhir. Kebiasaan beliau adalah menelpon untuk membangunkan muridnya atau kadang SMS ke setiap nomor hape muridnya dengan SMS motivasi yang luar biasa mengguggah. Berikut adalah salah satu SMS motivasi yang dikirimkan beliau kepada saya :

“Tetap istiqomah ya, jangan takut menatap masa depan, khusnudzon akan hari depan dengan keyakinan yang kita rintis hari ini, jangan lupa sedikit sedekah dan dhuha untuk meninggikan predikat kita di sisi Allah"

Saya juga tak pernah menemui guru yang memberikan hadiah kepada murid kesayangannya (termasuk saya ) untuk memicu prestasinya. Ya, saya pernah diberi sebuah buku pelajaran cuma-cuma oleh beliau bersama 3 murid kesayangan lainnya. Bermulai dari situlah mengapa saya sangat mencintainya, mencari informasi tentang dirinya, mengetahui rumahnya, keluarganya, bahkan menanyakan semua hal-hal tentang beliau.

Dan sekarang hubungan kami masih terjalin dengan baik, beliau masih memberikan SMS motivasi dan nasihat-nasihat kepada saya. Mengingat begitu baiknya guruku itu, maka rejeki yang saya peroleh dari hasil kerjaku, pernah saya beri beliau sebuah hadiah buku. Dan reaksi beliau sungguh-sungguh luar biasa. Dia mengucapkan banyak terimakasih kepada murid kesayangannya ini, dan saya benar-benar bahagia. Tak hanya itu karena terkesima dengan kebaikannya sampai-sampai beberapa kali, (berapa kali ya, banyak deh pokoknya ) saya mentransfer pulsa ke nomor  hape-nya tanpa memberi tahu kalau saya yang mengisi pulsanya. Pulsa yang saya kirim itu tak sebanding dengan kebaikan beliau kepada saya. Dan entah kenapa setiap saya mentransfer pulsa kepada beliau tanpa memberi tahu bahwa saya yang telah mentransfernya, tak berapa lama beliau langsung mengirimkan SMS kepada saya, menanyakan kabar saya. Padahal saya tidak pernah ngasih tahu kalau saya yang mengisi pulsa, dan beliau juga tak pernah tanya apa saya yang ngisi pulsa beliau. Apa beliau berfirasat kalo saya yang mengirimnya ya? tak taulah, panggilan hati kali ya?

Sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya ceritakan mengapa saya sangat mengidolakan Guru terbaik di dunia itu,seperti ketika saya mendapat banyak nasihat dan mendengar berita gembira beliau saat beliau berangkat Umrah ( ceritanya disini ), tapi seperti ini sudah cukup panjaaannnggg.

Yang jelas : "Guruku engkaulah Idolaku, Guru terbaik di dunia yang pernah aku temui, Engkaulah inspirasiku, penuntun hidupku, pengingat di setiap waktu. Semoga Allah selalu menyertaimu, di setiap saat disetiap waktu."

Cerita ini juga untuk meramaikan lomba ini.


Gambar beliau diambil dari facebooknya

Senin, 12 September 2011

[Batam FF Rindu - Ayah Tak Akan Pernah Pulang]

Agung termenung di serambi rumah, tiba-tiba ada seorang balita menangis karena tersandung batu saat berlari-lari. Tak berapa lama ayah balita ini pun datang menolong. Agung yang sedang duduk termenung itu tiba-tiba ikut menangis. Ia melihat kejadian yang tak pernah ia rasakan. Saat ia terjatuh tak ada ayah di sisinya, hanya sesosok wanita lemah yang selalu ada saat ia terluka.

 “ Ayah pulanglah..!!”, teriak Agung.

Sudahlah nak, ayahmu tidak mungkin mendengar,” sambut sang ibu yang melihat Agung menangis.

Kenapa ayah tidak pernah pulang bu? Aku rindu ayah”, tanya Agung sambil terus menangis.

Dia masih cari uang nak, mungkin sebentar lagi akan pulang,”, jawab sang ibu yang juga meneteskan air mata.

Ayah tidak akan pernah pulang bu, “, tambah Agung.

Jangan berbicara seperti itu nak, “, sahut ibunya yang semakin banyak tetesan air matanya.

Aku sudah tahu bu, ibu jangan menyembunyikannya lagi, “, Agung membela.

Sang ibu pun langsung kaget dan bertanya-tanya atas kata-kata yang di ucapkan Agung.

Kamu tahu apa nak, ibu tak pernah menyembunyikan sesuatu darimu?”,  tanya sang ibu.

Ayah tak akan pernah pulang lagi, aku telah mendengar pembicaraan Ibu dan Om saat itu”, jelas Agung.

Agung tanpa sengaja telah mendengar pembicaraan empat mata antara adik sang ayah dan Ibunya. Adik kandung  Ayahnya itu mengatakan bahwa ternyata ayahnya telah memiliki keluarga baru di metropolitan. Kini Ayah yang di rindukan Agung itu telah hidup bahagia bersama keluarga barunya, meninggalkan keluarga Agung begitu saja.



<=================================================================>

FF ini di ikutsertakan dalam Lomba-nya MP-ers Batam. disini.

#jumlah kata 241

Rabu, 24 Agustus 2011

Hadiah Lomba "Ramadhan Giveaways"




Jazakallah khairan untuk mbak Rifi atas hadiah bukunya, jujur ini adalah hadiah pertama yang saya terima selama hampir 5 bulan berjelajah diMP. Dan ini adalah hadiah pertama Lomba yang saya ikuti di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ternyata menulis dan berbagi itu menyenangkan yah...ayo rajin-rajin menulis !!!

Selasa, 23 Agustus 2011

[Batam FF Perjuangan - Mencari Sesuap Nasi di Metropolitan]



Tini, gadis muda ini terpaksa harus mencari sesuap nasi di metropolitan agar tak membebani ibu dan bapaknya di kampung. Di akhir bulan itu, ia tampak kebingungan, hanya ada beberapa receh di kantongnya untuk uang makan hari itu. 

Permisi pak, mau beli nasi, lauknya tempe dan sambel saja pak”, pinta tini saat hendak beli makan di warung.

Iya neng, silakan duduk dulu”, sambut pemilik warung.

Setelah memakan makanan pesanannya sambil mengobrol dan bercanda dengan pemilik warung, Tini pun hendak membayar total yang dimakannya. Mendengar candaan dan melihat Tini yang sangat lahap saat makan itu tampaknya membuat pemilik warung merasa iba.

Berapa ya pak? “, tanya Tini.

Ah, tidak usah dibayar neng”, jawab pemilik warung.

Loh kenapa pak, ini uangnya, jadi berapa ya nasi dan lauknya?”, tambah tini.

Nggak usah dibayar neng, saya tahu kalo neng lagi tidak banyak uang”, saya ikhlas bantu neng.

Terima kasih banyak pak!!”, jawab neng sambil meneteskan air mata.

Tidak usah berterima kasih seperti itu pada saya, berterimakasihlah pada Allah, lalu ayah, dan Ibumu”, tambah pemilik warung lagi.

Saya berterima kasih karena bapak telah memberi makanan ini,”, tini membela.

Lantas siapa yang memberi makan dan memasak makanan untukmu setiap harinya  sampai kamu sebesar ini?”, tanya pemilik warung.

Tini terdiam, lalu ia berlari kerumah tempatnya tinggal,kemudian ia telpon ibunya di kampung , ia katakan “terima kasih” pada ibunya sambil menangis, ibunya hanya menjawab “iya”. Tini sadar bahwa perjuangan Tini mencari sesuap nasi di Metropolitan belum sebanding dengan perjuangan orang tuanya dalam membesarkannya.

<=============================================================>

FF ini diikutsertakan dalam lomba yang diadakan MPers Batam, disana.

Rabu, 17 Agustus 2011

[Melati Pelayu] Kampung yang Akrab, Lucu, dan Aneh

Kampung Melatipelayu adalah kampung yang terletak disalah satu pulau terbesar di negara Multinesia. Kampung ini berpenduduk ribuan orang. Kampung ini terkenal karena keakraban antar warga, kelucuan, dan terkenal adanya peristiwa-peristiwa aneh yang sering terjadi.

Suatu hari pak lurah Faried, bersama pak RT pramonoheru,
pak guru rifki, cak bambang si penjual nanaz, pak ustadz syamsul dan para murid-muridnya, cawah, mylatief, mutsaqqif, salman, ibnusuhaili,  hendak pulang kerumah masing-masing setelah menjalankan shalat tarawih berjamaah dimasjid dan "berbuka puasa bersama" dengan buah nanaz tentunya yang menjadi makanan favorit warga. Dalam perjalanan menuju rumah masing-masing, mereka harus melewati kuburan satu-satunya dikampung itu. Dan tiba-tiba, saat tepat berada didekat kuburan, mereka menemui seorang wanita yang memainkan hapenya diatas kuburan. Wanita ini sambil tertawa-tawa sendiri, "hihihiii" begitulah ketawanya. Sontak pak lurah faried mengira kalau itu adalah Raya karena suara ketawa raya sangat khas kata pak lurah faried. Pak lurah fariedpun langsung bertanya kepada sang wanita, "mbak raya, kamu ini malam-malam kok ada disitu ngapain sambil ketawa-ketawa". Si wanita menjawab " hmm, sayah bukan raya pak". Pak lurah, " terus kamu siapa, lagi ngapain disitu". "Saya lagi ngempi pak, sekalian cari sinyal, karena didalam kuburan gak ada sinyal, hihiihihi".

Sontak mereka semua terdiam, kecuali pak syamsul yang komat-kamit dan mutsaqqif yang sudah ngompol. Kemudian pak lurah faried bilang "oh, ya sudah,"( sambil mengkerutkan alis dan dada yang sudah jedak-jeduk). Mereka pun mempercepat langkah dan laju jalannya meninggalkan kuburan, seakan ingin berteriak "larrriiiiiiiiiiiiiiii".

Pada malam itu, pak lurah beserta rombongan dikagetkan oleh peristiwa yang sangat menyeramkan dan jarang terjadi itu. Setelah sudah menjauh dari kuburan, beberapa dari mereka telah sampai dirumah masing-masing kecuali pak lurah faried yang rumahnya paling jauh. Di perjalanan menuju kerumah pak lurah faried menemui Febbie yang tengah berada didepan rumahnya, lantas pak lurah faried bertanya kepada febbie, "kamu lagi ngapain febb,??. " saya lagi isi pulsa pak, sambil nungguin suami," jawab febbie. "oh ya sudah, saya mau pulang kerumah dulu ya". "iya pak," lanjut febbie.

Tak berapa lama suami febbie, si ihwanpun datang kerumah dari acara dikantornya,  ia menemui istrinya yang sangat ia cintai itu telah berada didepan rumah. Ihwan dan febbie adalah pasangan suami istri yang baru saja menjalankan pernikahanannya selama kurang lebih satu bulan dan termasuk pendatang baru dikampung ini. Setelah sampai dirumah, setelah turun dari mobil dan memarkir di garasi, ihwan menemui istrinya febbie yang daritadi ia melihatnya didekat-dekat pagar rumah.

Ihwan : hai istriku, papa pulang nih...!!
Febbie : ia suamiku, ini mama lagi sibuk..
Ihwan : loh mama ini saya lihat dari tadi papa pulang kerumah kok didepan sini terus lagi ngapain..??
Febbie : ini pa, mama itu mau isi pulsa..
Ihwan : loh kenapa isi pulsa harus dideket-deket pagar situ, ngisi pulsa ya didalam rumah ajalah ma...telpon operator gimana cara isi pulsanya
Febbie : itu dia pa, mama tadi udah telpon operator, dan mama disuruh tekan pagar katanya, nah mama udah tekan pagar berkali-kali ampe jempol mama lecet dan bonyok, kok gak masuk-masuk pulsanya
Ihwan : aduh ma ma, kamu itu, bikin gemes deh, ( sambil tepok jidat ). Itu gak seberapa ma, emang operator itu kadang sinting,
Febbie : emang kenapa pa,?
Ihwan : iya ma, tadi tuh papa juga mau isi pulsa, eh operatornya bilang suruh tekan bintang, gila...masa papa disuruh pencet bintang, pan tinggi banget noh bintangnya
Febbie : ah papa ini bisa aja...(tepok jidat lagi )
Ihwan : ah, udahlah ma, pan yang penting bintangnya udah ada didepan mata papa, (sambil kedip-kedip)
Febbie: ah papa ini paling bisa deh kalau merayuh sayah.....jadi malu pa saya
Ihwan : ah gak usah malu-malu ma, ayuk kita kedalam rumah, papa mau tunjukin sesuatu nih
Febbie : oke deh papahku tercinta..
Ihwan : tapi kita kudu masuk kamar dulu nih ma,
Febbie : ah papa, kenapa harus dikamar, emang mau nunjukin apa sih
Ihwan : barang bagus nih ma, tapi lampu kamarnya kudu dimatiin dulu nih ma
Febbie : ih apaan sih jadi penasaran, gak biasanya deh papa kayak gini, dah ga sabar nih pa,
Ihwan : udah mama ikutin apa kata papa aja. Lampu kamar sudah dimatikan, nah Sekarang mama pegang tangan papa,
Febbie : ih kok pegang tangan segala sih pah
Ihwan : ini nih mah,liat deh!!! Jam tangan papa bisa nyala kannnnn...

Wah, pasangan muda itu memang sangat unik dan lucu ya dikampung melati pelayu ini.

Keesokan harinya kampung melatipelayu digegerkan oleh tewasnya seorang pemuda yang bernama "Halim" ( jangan salah sebut lho ya, bukan hamil :D). Ia adalah pemuda yang hidup dengan neneknya Amirah, adiknya Sefano, dan kakaknya Pena. Keluarganya sangat merasa kehilangan atas kepergian nya, sampa-sampai si amirah neneknya berniat ingin menggantung diri dipohon centhe katanya, (tau centhe?? pohon talas tau). Pemuda ini terkenal dengan kenakalan dan juga kemaksiatannya. Akan tetapi Setelah dikuburkan oleh para warga
dikampung melatipelayu,  disore harinya di kuburan satu-satunya itu, ternyata ada salah seorang warga, si aguskribo, yang mendengarkan suara orang mengaji dari dalam kuburan si Halim itu. Warga melati pelayu pun geger dan terkejut, seakan tidak percaya dengan keanehan ini mengingat semasa hidup pemuda itu yang sangat meresahkan. Suara itu ternyata selalu terdengar saat magrib dan subuh. Karena penasaran, maka dibongkarlah kuburan si halim itu, atas dasar izin keluarga dan kesepakatan bersama. Ternyata apa yang terjadi saudara-saudara, hape E*IA HIDAYAH milik penggali kubur itu ternyata masih tertinggal didalam kuburannya.

Setelah tau akan hal konyol itu, para warga kampung yang penasaran itupun tertawa bersama, kemudian saat pulang kerumah masing-masing. Ada sekelompok ibu-ibu muda yang sudah menikah namun belum punya anak yang sedang mengobrol bersama saat menuju rumahnya. Mereka membicarakan nama pemuda yang meninggal tadi. Ibu-ibu itu antara lain  fajarnita, evi, dan  kokom.
Fajar : eh namanya kok aneh banget ya, hamil....???
Nita : ealah jeng, halim bukan hamil..
Fajar : oh iya salah sebut, oh iya jeng, kalau kalian punya anak nanti, mau kalian kasih nama siapa anak-anak kalian??. kalau aku sih bakalan tak kasih nama "Jarmi", soalnya saya Fajar, suami saya Romi. kalau kamu nit????
Nita : kalau aku si, karena nama suami saya Adam, jadi tak beri nama putriku "Anit", atau bisa juga Aniez , alias Anit Maniez :). Kalau kamu jeng evi??
Evi : kalau aku sih, kalau cowok bakalan tak kasih nama, "Hendri", soalnya suami saya, "Hendra". Kalau kamu jeng kokom apa hayoo??
Kokom : *melamun sambil ndomblong
Fajar : loh jeng kok malah melamun
Kokom :gimana gak ngelamun jeng, wong nama suami saya "Abas", terus nama saya Kokom, masak nama anak saya "Baskom".

Si ibu-ibu dari kampung geje inipun tertawa guling-guling bersama-sama.

Begitulah serba-serbi, kampung melati pelayu yang sangat akrab, lucu, dan juga aneh.

Tulisan ini sekedar untuk menyemarakkan lomba hancur-hancuran dari mbak Febbie, disini.



Yang namanya kecantum...afwaaaannnn yaaaa.....salahkan yang buat Lomba, jangan salahkan saya. :D.

Selasa, 16 Agustus 2011

[ Lomba Aku ] Kue Lebaran Favorit-ku di Rumahku Sendiri dan di Rumah Tetangga


Momen Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling dinantikan oleh seluruh umat islam, banyak cerita suka tentunya. Ramai-ramai mudik, bertemu dengan sanak saudara dan kerabat, saling memaafkan, oh sungguh indah hari kemenangan itu.

Keluarga besarku sendiri dikampung selalu menjadikan momen lebaran setiap tahunnya sebagai ajang silaturahim, sungkem, dan makan bersama satu keluarga.

Berbagai macam kue dan makananpun ada saat hari raya tiba. Biasanya, jika lebaran tiba beberapa anggota dari keluargaku keliling ke rumah-rumah tetangga terdekat untuk sekedar silaturahim dan maaf memaafkan, sebagai tetangga dekat maklum jika mungkin ada salah dan khilaf selama ini. Biasanya, om dan tante yang belum terbilang tua dari keluarga kami beserta anak-anaklah yang berkeliling ke rumah-rumah tetangga. Kebiasaan ini sering kali dilakukan pada saat lebaran sampai-sampai anak-anakpun sangat hafal dengan kue yang ada dirumah masing-masing tetangga.  

Untuk kue atau makanan lebaran dirumahku sendiri sangat sederhana saja, namun tiap lebaran harus ada kue tentunya, untuk persediaan jika ada tamu yang berkunjung dan untuk dinikmati sekeluarga. Biasanya ibu dirumah hanya membeli kue-kue kering karena tidak bisa membuatnya. Jadi saya tidak terlalu favorit dengan kue-kue itu. Yang menjadi favorit di rumahku sendiri adalah Kacang Mete yang di goreng sendiri oleh ibu, biasanya ibu beli mentahnya kemudian digoreng dan di bumbui di rumah sendiri. Jadi, jangan heran jika kacang metenya ludes duluan ketimbang kue-kue yang lain . Kacang mete asli wonogiri memang paling top, karena memang selain bakso, tiwul, gaplek, dll, wonogiri juga terkenal karena kacang metenya. Jika ada yang tertarik bisa menghubungi saya, nanti saya beritahu ke produsennya, karena bisa antar kirim (promo.com).

Mete asli wonogiri
Terus kenapa saya juga punya kue favorit dirumah tetangga? . Ya, soalnya dulu saat keliling-keliling kerumah tetangga, icip-icip dulu lah dirumahnya . Setiap tetanggaternyata mempunyai khas tersendiri untuk kue lebarannya, sampai-sampai hafal kita dengannya.

Jika berkunjung ke rumah tetangga A, setiap lebaran mereka selalu membuat “Biji Ketapang” yang sangat gurih, malahan mereka membuatnya pas hari lebaran, jadi setiap kita berkunjung kita bisa liat langsung cara membuat “Biji Ketapang” kadang membantu juga membuatnya, sekaligus mencicipi yang sudah matang, hehehe, gurih, itulah makanan favorit saya dirumah A.

Biji ketapang gurih
Di rumah B beda lagi, karena ia tergolong orang yang berada di kampung. Jadi, kue lebaran dirumahnya hampir semuanya enak-enak dan mahal-mahal, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, bolu, dsb, yang semuanya adalah enak, jadi tiap kali berkunjung kerumahnya saat lebaran kami bisa dengan leluasa memilih-milih kue yang kita sukai, , tapi ya tentu saja dengan malu-malu gitu, malu-malu tapi mau, habis itu malu-maluin.

Makanan mahal nih ( nastar, kastengel, putri salju, bolu )

Saat berkunjung kerumah C, kami selalu disambut ramah,pemilik rumah sangat baik sekali, disana kami disuguhi berbagai kue. Karena ia punya kebun melinjo, jadi sudah tentu ada ‘Emping Melinjo’ yang dideplok dan digorengnya dirumah sendiri. Emping yang dibuatnya memang sangat enak, gurih, beda dengan yang saya beli pasar-pasar. Karena pemilik rumah C ini juga pedagang makanan ringan, jadi banyak pilihan snack dirumahnya. Pengalaman saat kami disuguhi beberapa kue, ada sekaleng biskuit disana, dan berhubung tampak luar dari sekaleng ini sangat menggoda jadi, dibuka saja kaleng itu, dan ternyata kita tertipu, itu isinya bukan biskuit, tapi memang benar isinya ‘Karak’ alias intip nasi, yang sebenarnya rasanya juga gurih, hadeh. Mending milih empingnya aja deh .

Kaleng biskuit yang isinya ternyata "karak"

Emping melinjo asli wonogiri

Lain halnya dengan saat berkunjung ke rumah D dan E. Dirumah itu nuansa lebaran seperti tidak ada dirumah mereka, bukannya tidak ada kue yang disuguhkan kepada kami yang berkunjung kerumahnya , tapi dirumah mereka memang terlihat seakan tidak merayakan hari raya.

Dirumah D sendiri, mereka terlihat sangat sibuk setiap harinya, waktu pagi hari mereka persiapkan untuk bersiap-siap dengan pekerjaannya, bahkan saat lebaran. Ia pedagang, jadi kami tidak sempat bersilaturahim kepada pemilik rumah karena menjelang malam hari kami baru melihatnya pulang ke rumahnya.

Sedangkan dirumah E, momen lebaran seakan tak ada kesan bagi mereka. Tak ada kue lebaran tak ada baju lebaran disana. Terkadang saya merasa kasihan dengan anak-anaknya yang seakan iri jika melihat teman-temannya bersenang-senang saat lebaran, memakai baju baru, makan kue-kue, sedangkan mereka, . Ya, memang momen lebaran ini kita dituntut untuk selalu bersyukur atas segala nikmat, dan tidak lalai dan larut dalam kesenangan.

Begitulah cerita sedikit saya tentang makanan favorit dirumahku sendiri dan makanan favorit dirumah tetangga, kalau soal makanan mah semuanya habis kalau sama saya, hehe. Semoga ada kesan dengan cerita ini. Oh iya sebelumnya selamat Idul Fitri 1432 H, senandung puji atas kemurahan yang diberikan, semoga Amalan ibadah syiam kita semua diterima, semoga Allah himpun kita semua dalam golongan orang yang bertaqwa. Met Idul Fitri, mohon dimaafkan atas khilaf dan prasangka. .

Tulisan ini dibuat untuk meramai-kan lombanya duo AKU disini dan disana. Selamat makan kue!