Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

[Batam FF Perjuangan - Mencari Sesuap Nasi di Metropolitan]



Tini, gadis muda ini terpaksa harus mencari sesuap nasi di metropolitan agar tak membebani ibu dan bapaknya di kampung. Di akhir bulan itu, ia tampak kebingungan, hanya ada beberapa receh di kantongnya untuk uang makan hari itu. 

Permisi pak, mau beli nasi, lauknya tempe dan sambel saja pak”, pinta tini saat hendak beli makan di warung.

Iya neng, silakan duduk dulu”, sambut pemilik warung.

Setelah memakan makanan pesanannya sambil mengobrol dan bercanda dengan pemilik warung, Tini pun hendak membayar total yang dimakannya. Mendengar candaan dan melihat Tini yang sangat lahap saat makan itu tampaknya membuat pemilik warung merasa iba.

Berapa ya pak? “, tanya Tini.

Ah, tidak usah dibayar neng”, jawab pemilik warung.

Loh kenapa pak, ini uangnya, jadi berapa ya nasi dan lauknya?”, tambah tini.

Nggak usah dibayar neng, saya tahu kalo neng lagi tidak banyak uang”, saya ikhlas bantu neng.

Terima kasih banyak pak!!”, jawab neng sambil meneteskan air mata.

Tidak usah berterima kasih seperti itu pada saya, berterimakasihlah pada Allah, lalu ayah, dan Ibumu”, tambah pemilik warung lagi.

Saya berterima kasih karena bapak telah memberi makanan ini,”, tini membela.

Lantas siapa yang memberi makan dan memasak makanan untukmu setiap harinya  sampai kamu sebesar ini?”, tanya pemilik warung.

Tini terdiam, lalu ia berlari kerumah tempatnya tinggal,kemudian ia telpon ibunya di kampung , ia katakan “terima kasih” pada ibunya sambil menangis, ibunya hanya menjawab “iya”. Tini sadar bahwa perjuangan Tini mencari sesuap nasi di Metropolitan belum sebanding dengan perjuangan orang tuanya dalam membesarkannya.

<=============================================================>

FF ini diikutsertakan dalam lomba yang diadakan MPers Batam, disana.