Momen Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling dinantikan oleh seluruh umat islam, banyak cerita suka tentunya. Ramai-ramai mudik, bertemu dengan sanak saudara dan kerabat, saling memaafkan, oh sungguh indah hari kemenangan itu.
Keluarga besarku sendiri dikampung selalu menjadikan momen lebaran setiap tahunnya sebagai ajang silaturahim, sungkem, dan makan bersama satu keluarga.
Berbagai macam kue dan makananpun ada saat hari raya tiba. Biasanya, jika lebaran tiba beberapa anggota dari keluargaku keliling ke rumah-rumah tetangga terdekat untuk sekedar silaturahim dan maaf memaafkan, sebagai tetangga dekat maklum jika mungkin ada salah dan khilaf selama ini. Biasanya, om dan tante yang belum terbilang tua dari keluarga kami beserta anak-anaklah yang berkeliling ke rumah-rumah tetangga. Kebiasaan ini sering kali dilakukan pada saat lebaran sampai-sampai anak-anakpun sangat hafal dengan kue yang ada dirumah masing-masing tetangga.
Untuk kue atau makanan lebaran dirumahku sendiri sangat sederhana saja, namun tiap lebaran harus ada kue tentunya, untuk persediaan jika ada tamu yang berkunjung dan untuk dinikmati sekeluarga. Biasanya ibu dirumah hanya membeli kue-kue kering karena tidak bisa membuatnya. Jadi saya tidak terlalu favorit dengan kue-kue itu. Yang menjadi favorit di rumahku sendiri adalah Kacang Mete yang di goreng sendiri oleh ibu, biasanya ibu beli mentahnya kemudian digoreng dan di bumbui di rumah sendiri. Jadi, jangan heran jika kacang metenya ludes duluan ketimbang kue-kue yang lain
Terus kenapa saya juga punya kue favorit dirumah tetangga?
Jika berkunjung ke rumah tetangga A, setiap lebaran mereka selalu membuat “Biji Ketapang” yang sangat gurih, malahan mereka membuatnya pas hari lebaran, jadi setiap kita berkunjung kita bisa liat langsung cara membuat “Biji Ketapang” kadang membantu juga membuatnya, sekaligus mencicipi yang sudah matang, hehehe, gurih, itulah makanan favorit saya dirumah A.
Di rumah B beda lagi, karena ia tergolong orang yang berada di kampung. Jadi, kue lebaran dirumahnya hampir semuanya enak-enak dan mahal-mahal, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, bolu, dsb, yang semuanya adalah enak, jadi tiap kali berkunjung kerumahnya saat lebaran kami bisa dengan leluasa memilih-milih kue yang kita sukai,
Saat berkunjung kerumah C, kami selalu disambut ramah,pemilik rumah sangat baik sekali, disana kami disuguhi berbagai kue. Karena ia punya kebun melinjo, jadi sudah tentu ada ‘Emping Melinjo’ yang dideplok dan digorengnya dirumah sendiri. Emping yang dibuatnya memang sangat enak, gurih, beda dengan yang saya beli pasar-pasar. Karena pemilik rumah C ini juga pedagang makanan ringan, jadi banyak pilihan snack dirumahnya. Pengalaman saat kami disuguhi beberapa kue, ada sekaleng biskuit disana, dan berhubung tampak luar dari sekaleng ini sangat menggoda jadi, dibuka saja kaleng itu, dan ternyata kita tertipu, itu isinya bukan biskuit, tapi memang benar isinya ‘Karak’ alias intip nasi, yang sebenarnya rasanya juga gurih, hadeh. Mending milih empingnya aja deh
Lain halnya dengan saat berkunjung ke rumah D dan E. Dirumah itu nuansa lebaran seperti tidak ada dirumah mereka, bukannya tidak ada kue yang disuguhkan kepada kami yang berkunjung kerumahnya
Dirumah D sendiri, mereka terlihat sangat sibuk setiap harinya, waktu pagi hari mereka persiapkan untuk bersiap-siap dengan pekerjaannya, bahkan saat lebaran. Ia pedagang, jadi kami tidak sempat bersilaturahim kepada pemilik rumah karena menjelang malam hari kami baru melihatnya pulang ke rumahnya.
Sedangkan dirumah E, momen lebaran seakan tak ada kesan bagi mereka. Tak ada kue lebaran tak ada baju lebaran disana. Terkadang saya merasa kasihan dengan anak-anaknya yang seakan iri jika melihat teman-temannya bersenang-senang saat lebaran, memakai baju baru, makan kue-kue, sedangkan mereka,
Begitulah cerita sedikit saya tentang makanan favorit dirumahku sendiri dan makanan favorit dirumah tetangga, kalau soal makanan mah semuanya habis kalau sama saya, hehe. Semoga ada kesan dengan cerita ini. Oh iya sebelumnya selamat Idul Fitri 1432 H, senandung puji atas kemurahan yang diberikan, semoga Amalan ibadah syiam kita semua diterima, semoga Allah himpun kita semua dalam golongan orang yang bertaqwa. Met Idul Fitri, mohon dimaafkan atas khilaf dan prasangka.
Tulisan ini dibuat untuk meramai-kan lombanya duo AKU disini dan disana. Selamat makan kue!