Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012

[Senyumku Untuk Berbagi] Dan Aku Pun Tersenyum Bahagia

Baiklah, mungkin ada kalanya kita boleh ber”narsis” ria melalui sebuah photo :D. Sebenarnya saya adalah orang yang pemalu, makanya tak banyak photo-photo diri saya sendiri yang saya bagikan di berbagai jejaring sosial, Multiply misalnya. Di samping itu ada juga alasan baik dan buruknya :).  Karena ini ada lomba berbagi senyum untuk “kebaikan”, makanya saya beranikan diri untuk ikut membagikan photo dan senyum-senyum saya (yang mempesona) =)).


Photo ini adalah photo saya dan Ibunda saya tercinta. Photo ini diambil kira-kira satu tahun yang lalu. Lebih tepatnya tanggal 17 juli 2011. Kenapa saya dan Ibunda tersenyum dalam photo ini?

Pertanyaan yang cukup menarik untuk dijawab. Benar, di dalam photo ini adalah saat-saat di mana saya berkangen-kangen ria dengan keluarga , terutama Ibu dan Adik yang di rumah, serta saudara-saudara lainnya di kampung sana. Rasa lelah dan penat saat beraktivitas di luar kota ( alias merantau ), terbayar sudah saat saya kembali ke desa tercinta. Siapa pun kita pasti merasakan kemesraan setelah bepergian jauh dan kembali ke rumah tercinta, terutama dengan lingkungan desa yang terkenal kemesraannya.

Photo ini di ambil menggunakan kamera handphone milik adik saya. Saya begitu senang melihat adik saya dengan begitu riangnya memencet-mencet hapenya yang baru itu. Hape itu saya yang belikan, karena saat adik saya akan lulus dari sekolah dasar, dulu saya sempat menjanjikan membelikan hape untuk adik saya. 

Makanya hape baru adik saya itu di buatlah untuk jeprat-jepret sana sini dan untuk bernarsis ria bersama keluarga tercinta :D. Senang rasanya.

Selain tersenyum karena adik saya yang begitu senangnya memainkan hape barunya. Saya juga terlihat begitu bahagia saat ibu memakai Jilbab barunya yang juga aku belikan saat saya kembali ke kampung tercinta. Ibu bilang baru pertama kali ibu dibelikan jilbab oleh anak-anaknya.  Alhamdulillah saya sangat bahagia melihat ibu dengan jilbabnya yang saya belikan itu. Jilbab ibu yang lama sempit-sempit dan sudah terlihat lusuh, makanya saya belikan jilbab baru yang lumayan longgar dan ibu menyukainya. Jadi teringat saat ibuku harus berjuang keras mmenghidupi anak-anaknya dengan jilbab-jilbab lamanya itu. Ibu rela berjalan berkilo-kilo untuk menawarkan barang dagangannya berupa sayuran, dulu ibu sempat bilang kalau pekerjaan itu serasa membakar kerudung yang menutupi kepalanya :’(.

Di dalam photo itu, saat itu ibu akan berangkat ke pengajian rutin di kampung, sebelum berangkat saya paksa ibu saya untuk bernarsis ria dengan Jilbab barunya.  Senyum malu-malu ibu pun tampak di photo ini, begitupun dengan saya *halah. :D

Berbagi dengan keluarga itu sungguh membahagiakan, ayo buat tersenyum keluarga dan saudara-saudara kita tercinta dimanapun mereka berada.

Diikutsertakan dalam Lomba Senyumku untuk Berbagi, mengikuti lomba ini berarti telah ikut menyumbangkan 5.000 ( lima ribu rupiah ) yang akan di sumbangkan ke lembaga sosial. Ayo berbagi senyum. Selamat BERBAGI "kebaikan" dengan TERSENYUM!. ^__^

“SENYUM adalah potret indah jati diri seorang Muslim. Pancaran aura cemerlang yang melebihi matahari. Bukti nyata akhlak yang berbunga. Berikan senyuman indah kita untuk saudara kita. Persahabatan yang dahsyat berawal dari senyuman hangat. Karena ia pula menjadi cabang dari mudahnya sedekah. Sedekah termurah adalah Senyum terindah.”