
Memandang bulan alam semesta, Sangat menawan sungguh eloknya
Duhai kawan yang ku cinta, Ayo dengarkan satu cerita
Melihat dunia semesta raya, Sangat menggoda dan mempesona
Saya hanya ingin cerita, Tentang tiga sahabat saya
Bagai mendapat banyak delima, Bisa membuat hati gembira
Kami berempat duduk bersama, Lalu bersempat saling menyapa
Membuat sangkar dengan belukar, Tentulah bisa membuat terluka
Duduk melingkar dengar mendengar, Juga membaca qur’an bersama
Pohon menjulang menuju angkasa,sangat menawan begitu perkasa
Tapi sekarang tiada daya, Hanya kenangan yang tersisa
Mencari buah yang sangat nikmat, Tapi sepah yang di dapat
Mereka berubah seratus derajat, Aku gundah tak bisa berbuat
Hidup sesaat janganlah lemah, janganlah redup tapi menyala
Kami berempat telah berpisah, Jalani hidup berbeda-beda
Menatap awan duhai indahnya, putih warna cerah langitnya
Tiga teman buatku kecewa, Hilang semua sifat baiknya
Panas api menakutkan, coba hindari agar terselamatkan
Ku dapati kau pacaran, Ku dapati kau teguk minuman
Indah bumi hanyalah samar, menipu diri membuat lupa
Ku dapati kau tak mendengar, Ku dapati kau tak membaca
Jika diberi sebuah amanat, harus jalani dengan taat
Ku dapati kau maksiat, Ku dapati kau sudah tak sholat
Jiwa raga mudah goyah, Mudah lena dan terperdaya
Aku tanya masa yang indah, Jawab mereka masa remaja
Bagai hewan tak bercula, tak bertulang tak bernyawa
Empat sekawan yang luar biasa, Kini hilang tak bersisa
Bagai batu yang tak bersatu, bagai dahan yang tak berbulu
Duhai kawanku kemana dirimu, moga kalian seperti yang dulu
<======================================================>
*Merindukan tiga sahabat seperjuangan yang kini sudah tak dalam dekapan