
Ngantuk disaat menjalankan shalat jum'at berjamaah memang tidak dapat dipungkiri. Apalagi, kalau khatibnya kurang "srek" atau terkadang pake basa jawi krama inggil yang para pemuda sebagian besar nggak ngerti apa yang dibicarakan sang khotib. Tak jarang kita menemukan saudara-saudara kita yang mendengarkan khotbah sang khotib sambil menundukkan kepala alias bablas tidur. Banyak juga yang dengklak dengkluk ( ngangguk-nggangguk ).
Hari ini jum'at yang menggelikan, kebetulan tadi aku agak telat berangkat kemasjidnya jadi cuma kejatah shaf ketiga. Lumayanlah masih dapat kambing :).
"Jika tiba hari Jum'at, maka para Malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, lalu mereka mencatat orang yang datang lebih awal sebagai yang awal. Perumpamaan orang yang datang paling awal untuk melaksanakan shalat Jum'at adalah seperti orang yang berkurban unta, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban sapi, dan yang berikutnya seperti orang yang berkurban kambing, yang berikutnya lagi seperti orang yang berkurban ayam, kemudian yang berikutnya seperti orang yang berkurban telur. Maka apabila imam sudah muncul dan duduk di atas mimbar, mereka menutup buku catatan mereka dan duduk mendengarkan dzikir (khutbah)." (HR. Ahmad )
Semoga lain kali bisa lebih baik dengan berada di shaf pertama...sesuai hadist
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun." (HR. Abu Dawud no. 1077, al-Nasai no. 1364 Ahmad no. 15585)
Hari ini ada peristiwa lucu menggelikan dishaf dua yang keutamaannya lebih dari pada shaf dibelakangnya. Saya berada shaf ketiga dan melihat beberapa jamaah yang berada dishaf kedua. Seperti biasa setiap khotib memulai khotbahnya, kotak amal segera dijalankan dari jamaah satu kejamaah lain untuk diisi disetiap shafnya.
Dan lucunya dishaf dua tadi adalah ketika beberapa orang yang berada didepanku ini terkena virus ngantuk ( Trypanosoma gambiense, ilmiahnya sih gitu). Saat kotak amal berjalan kearah kanan dishaf kedua dan tetap sampai dibeberapa orang didepan saya, sedangkan saya berada dishaf ketiga. Berberapa orang ini sebut saja orang, 1,2,3,4,5,6. Kotak amal berada didepan orang 1, ia pun mengambil uang yang ada disakunya dan mulai mengisikannya. Setelah itu si 1 menggeser ke arah kanan menuju si 2, setelah menggesernya ternyata tak ada respon dari si 2, ternyata si 1 melihat si 2 sedang menundukkan kepala dan tidur rupanya, si 1 pun menggeser lagi kotak amalnya menuju si 3 tanpa mengganggu si 2 yang sedang menunduk. Namun naas, si 3 sudah pergi didunia mimpi juga, si 1 kemudia putus asa dan memutuskan untuk diam saja. Aku memperhatikan mereka tanpa mengurangi perhatianku pada sang khotib. Saat semuanya terdiam, aku melirik kearah orang-orang yang ada didepanku. Ternyata pemandangan yang luar biasa tak hanya 2 dan 3 yang tidur, tapi 4 dan 5 juga. Nah, sedangkan si 6 mulai bertanya-tanya kenapa kotak amalnya macet dijalan. Setelah ia lihat ke arah kiri ternyata 2,3,4,5 sedang tidur berjamaah.
Tak lama kemudian si 3 yang kotak amal berada didepannya pun ngelilir, agak kelabakan seraya mengambil uang yang ada disakunya dan memasukkannya ke kotak amal. Lucunya lagi si 3 ini malah mengembalikannya atau menggesernya ke arah si 2, arah yang tidak seharusnya, padahal si 3 harusnya menggeser ke kanan ke arah si 4. si 2 yang masih tertidur pun terbangun dan menggeser ke arah si 1. Si 1 agaknya jengkel sembari ingin tertawa, Diapun menunjukkan dengan bahasa tangannya, arah yang seharusnya yaitu kekanan, bukan kembali ke arah dia. SI 2 dan 3 pun nyengir.
Dan yang lebih membuat saya geli, ternyata si 1 yang notabene pemeran utama dalam sebuah drama, ia malah tertidur pulas saat muazdin sudah mengumandangkan iqamah dan imam sudah memulai takbirnya. Karena aku dibelakangnya ku pukul pelan punggungnya, ia terbangun dan kebingungan gitu deh. Menggelikan....