Buah Duku ini,
Buah yang Ku temui secara cuma-cuma di Masjid ini,
Buah yang Ku dapatkan dari seseorang yang berbaik hati,
Buah yang sangat disukai oleh orang-orang yang Ku cintai,
Adalah buah yang sangat enak untuk dicicip dan dinikmati,
Namun sayangnya,
Buah ini tampak begitu kusut dipandang oleh mata,
Buah ini membuat curiga orang-orang yang melihatnya,
Buah ini tidak menjadikanku bertambah selera,
Buah ini tampak lusuh dan seperti busuk dari kulit luarnya,
Tapi ternyata ku baru tahu,
Buah yang tampak lusuh dan kusut itu,
Buah yang memang menjadikan ku tak bernafsu,
Buah yang belum tentu semua orang mau,
Ternyata adalah buah yang bisa membuat mulutku mecucu,
Ternyata Buah Duku ini,
Adalah buah yang sangat enak dan manis sekali,
Buah ini membuat tangan ingin mengupas kulitnya lagi,
Buah ini membuat lidah tak henti-henti ingin mencicipi,
Buah ini membuatku mau dan mau lagi,
Duku ini ternyata manis,
Buah ini seakan mempunyai aura magis,
Karena buah ini memang benar-benar enak dan manis,
Buah ini akhirnya membuatku menangis,
Buah ini menjadikan hati seperti teriris,
Karena Buah Duku,
Meluap sudah kumpulan air di dalam bola mataku,
Tak kuasa ku tahan rasa galau di hatiku,
Bahkan ku tak sadar bahwa aku adalah seorang lelaki yang harus tegas dalam berlaku,
Aku ingin menagis sejadi-jadinya dikala itu,
Betapa tak seperti itu,
Buah yang tampak sangat lusuh dan terlihat busuk itu,
Ternyata didalamnya ada buah yang sangat enak dan manis yang tak menipu,
Sangat jauh berbeda dengan apa-apa yang ada dalam diriku,
Aku selalu sibuk memperbagus apa-apa yang tampak dari luar rupaku,
Padahal hanya kebusukan yang ada dalam hatiku,
Ah, karena Buah Duku ini,
Engkau menjadikanku agar lebih introspeksi diri,
Engkau menjadikanku agar aku bisa menata hati yang busuk ini,
Engkau menyadarkanku akan segala noda dan dosa dalam diri,
Engkau mengingatkanku akan banyaknya aib-aib dalam diriku ini,
Karena Buah Duku,
Aku sadar bahwa Aku kotor dan dekil karena semua perbuatanku,
Aku sadar bahwa Aku punya segala aib yang ku tak ingin ada orang yang tahu,
Aku sadar bahwa selama ini Aku dipandang baik karena rasa kasihan Tuhanku padaku,
Aku dipandang baik karena Allah menutupi segala aib-aibku,
Aku dipandang baik bukan karena memang mulia keadaanku,
Ya rabb, sadarkan Hamba-Mu