
Semalam saat aku hendak memanjakan raga diatas matras setelah seharian beraktivitas tiba-tiba HPku berdering. Ku liat kotak masuk ternyata ada nama ibu disana. Dengan bahasa halusnya(bahasa jawa), begini isinya :
" Nak, sedang apa? Sudah makan bukan? Ibu dan adik sedang istirahat sambil liat TV diruang tamu, oya do'akan adikmu biar besuk masuk sekolah pertamanya diSMP lancar. Kalau kamu capek, cepat istirahat dan bobo'!, sudah ya nak, Ibu lelah."
Aku pun langsung tersentak dan terharu membacanya. Betapa tidak, ibu yang paginya sudah aku telpon, mendengar suaraku, dan sudah bercanda denganku, ternyata masih saja ingin menanyakan kabar sang anak yang jaraknya jauh dari pandangannya. Ibu selalu ingin disapa oleh anak-anaknya yang jauh disana, ibu...ibu kau merindukan anak-anakmu, tapi anak-anakmu sebenarnya sangat merindukanmu.
Dari sms itu, kata-kata "lelah" diakhir pesan singkat itulah yang membuatku tak kuasa menahan air mata. Lagi-lagi betapa tidak, dulu saat sebelum aku merantau disini, ia terkadang mengeluarkan kata-kata itu "nak, ibu lelah", saat itu kusambut kelelahan ibuku dengan senyumku dan sambil kumanja-manja dan kupijit kaki-nya. Sedangkan tadi malam, aku tak bisa mengulanginya. Aku tak bisa menyambut kelelahan ibuku dengan senyumku dan juga pijitan tanganku. Aku tak bisa mengobati lelah yang didapat ibu setelah seharian mencari rizki tambahan dihari itu. Aku termenung sambil mengelap air mata banyak yang membuat daun mataku jadi susah ku gerakkan, ( Cengeng, biarlah ).
Istighfar banyak aku dimalam itu,
Ya Allah jagalah ibuku sebaik-baiknya,
Jika ia lelah kuatkan hatinya dengan sabar,
Usaplah air matanya dan tegakkan hatinya dengan sejuta harapan,
Jika ia terluka hilangkanlah luka itu dengan senyum diwajahnya,
Obatilah goresan itu dengan keikhlasan dihatinya,
Dan jadikan keteguhan dihatinya dalam menjalani hari-harinya,
Semoga Engkau menyayangi Ibuku Ya Allah.....

